contoh kalimat tripartite pact
- On 25 March 1941, Prince Paul signed the Tripartite Pact on behalf of Yugoslavia.
Pada tanggal 25 Maret 1941, pemerintah Yugoslavia menandantangani Pakta Tripartit. - At the end of September 1940, the Tripartite Pact formally united Japan, Italy and Germany as the Axis Powers.
Pada akhir September 1940, Pakta Tiga Pihak menyatukan Jepang, Italia, dan Jerman untuk meresmikan Kekuatan Poros. - According to the stipulation of the Tripartite Pact, Nazi Germany and Fascist Italy were required to come to the defense of their allies only if they were attacked.
Sesuai dengan ketentuan dari Pakta Tripartit, Nazi Jerman diminta untuk datang ke wilayah pertahanan sekutu-sekutunya jika mereka diserang. - The Tripartite Pact stipulated that any country, with the exception of the Soviet Union, which attacked any Axis Power would be forced to go to war against all three.
Pakta Tiga Pihak ini menegaskan bahwa negara apapun, kecuali Uni Soviet, yang tidak terlibat dalam perang yang menyerang Kekuatan Poros apapun akan dipaksa berperang melawan ketiganya. - There is speculation this was intentional and done for the benefit of host country Nazi Germany, with whom Japan would sign the 1940 Tripartite Pact, forming the Axis Powers.
Ada spekulasi bahwa hal ini sengaja dilakukan untuk kepentingan negara tuan rumah Nazi Jerman, negara yang bersama Jepang akan menandatangani Pakta Tripartit 1940 lalu membentuk Blok Poros. - On 27 March 1941, two days after Yugoslavia had signed the Tripartite Pact, Yugoslav military figures with British support forcibly removed Paul from power and declared King Peter II of age.
Pada tanggal 27 Maret 1941, hanya dua hari setelah pakta tersebut ditandatangani, militer Yugoslavia yang didukung oleh Britania melancarkan kudeta yang menjatuhkan Paul dari kekuasaan. - Bulgaria was a German ally, signing the Tripartite Pact on 1 March 1941, their main contribution being transit rights for German units involved against Yugoslavia and Greece.
Bulgaria adalah negara sekutu kecil Jerman, menandatangani Perjanjian Tiga Pihak pada tanggal 1 Maret 1941, sumbangan utama mereka adalah menjadi tempat transit bagi pasukan Jerman dalam melawan Yugoslavia dan Yunani. - On September 27, 1940, Kurusu signed the Tripartite Pact in Berlin on behalf of the Japanese Empire, entering into a 10-year military and economic treaty between Germany, Italy and Japan.
Pada 27 September 1940, Kurusu menandatangani Pakta Tripartit di Berlin sebagai perantara Kekaisaran Jepang, masuk dalam perjanjian ekonomi dan militer selama 10 tahun antara Jerman, Italia dan Jepang. - The "Rome–Berlin Axis" became a military alliance in 1939 under the so-called "Pact of Steel", with the Tripartite Pact of 1940 leading to the integration of the military aims of Germany, Italy and Japan.
"Poros Roma-Berlin" menjadi aliansi militer pada tahun 1939 melalui "Pakta Baja", dengan Pakta Tripartit (1940) yang mengarah ke integrasi tujuan militer Jerman dan dua sekutu perjanjian tersebut. - The Plan was first discussed in 1934, and solidified in 1938 at the Five Ministers' Conference, but the signing of the Tripartite Pact in 1940, along with a number of other events, prevented its full implementation.
Rencana ini pertama dibicarakan pada tahun 1934, dan ditetapkan pada tahun 1938 dalam Konferensi Lima Menteri, namun penandatanganan Pakta Tripartit pada tahun 1941, bersama dengan terjadinya peristiwa yang lain, mencegah program ini dilaksanakan dengan maksimal. - On 27 September 1940, the Tripartite Pact was signed in Berlin by Saburō Kurusu of Imperial Japan, Hitler, and Italian foreign minister Ciano, and later expanded to include Hungary, Romania, and Bulgaria, thus yielding the Axis powers.
Pada tanggal 27 September 1940, Pakta Tiga Pihak ditandatangani di Berlin oleh Saburō Kurusu dari Kekaisaran Jepang, Hitler, dan menteri luar negeri Italia Ciano, kemudian meluas hingga Hongaria, Rumania, dan Bulgaria, sehingga memperkuat kekuatan Poros.